Ikhwan Saputera

Setiap Waktu adalah Belajar, Setiap Tempat adalah Sekolah, Setiap Orang adalah Guru

Sunday, July 03, 2022

Makna dan Kandungan Surah Al - Falaq

Makkah, 3 Juli 2022

Ketika menjelang shalat subuh secara tidak sengaja saya membuka aplikasi vmuslim, dan membaca tentang keutamaan surat Al - Falaq nah, timbul pemikiran untuk saling berbagi dan sebagai catatan saya untuk pengingat makanya saya tulis di blog ini, saya tau banyak diantara anda yang sudah mengerti, namun ini hanyalah sebagai catatan saya dan jika Anda ingin membacanya sebagai pengetahuan silahkan jua, baik kita mulai membahas tentang surah Al-Falaq.

Sebagai seorang Muslim, kita tidak hanya diperintahkan untuk hanya sekadar membaca Al-Quran dan hadits, namun kita harus memahami makna dan mempratktikannya ke dalam kehidupan sehari-hari. Karena ayat-ayat tersebut memang berisi segala macam panduan agar hidup kita mendapat keridaan Allah SWT.

 

Meskipun surat Al-Falaq merupakan salah satu surat yang pendek dibandingkan surat lainnya, membaca surat yang indah ini merupakan cara yang ampuh untuk menumbuhkan cinta dan iman kita kepada Allah SWT. Adapun bunyinya sebagai berikut:
 
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ
 
1. Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar),
 
 
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ
 
2. dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
 
 
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ
 
3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
 
 
وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ
 
4. dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),
 
 
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ
 
5. dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."

 

Surah Al - Falaq merupakan surah ke-113 dalam Al Quran. Surah ini terdiri dari 5 ayat dan termasuk kedalam golongan surah makkiyah. Makkiyah adalah ayat-ayat yang turun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Surah-surah Makiyyah turun selama 12 tahun, 5 bulan, 13 hari, dimulai pada 17 Ramadhan. 

Dari segi kandungan makna, surat al-Falaq terdiri dari lima ayat yang berisi secara umum tentang meminta perlindungan kepada Allah. Surat ini dimulai dengan perintah Allah kepada Nabi Muhammad, yang dengan otomatis juga perintah untuk Umat Nabi saw agar senantiasa ber-ta’awudz kepada Allah di waktu falaq atau subuh hari, dari segala kejahatan segala mahluk dan waktu-waktu banyaknya terjadi kejahatan. Di antara bentuk kejahatan tersebut; kejahatan yang kerap terjadi jika malam telah menggelap; kejahatan dari segala bentuk sihir dan tenun atau di Indonesia lebih di kenal dengan santet atau sejenisnya; dan kejahatan dari kejahatan kedengkian seseorang. surah ini diturunkan ketika Rasulullah khawatir akan sihir orang yahudi yang menimpanya dan memohon perlindungan kepada ALLAH dari kejahatan manusia, syaitan dan juga jin. Kemudian ALLAH turunkan dua surah ini sebagai hadiah bagi Rasulullah dan seluruh umat manusia untuk menagkal segala ganguan dari jin dan manusia. ini pula jawaban mengapa Rasulullah bisa terkena sihir, Rasulullah terkena sihir karena ALLAH ingin menghadiahkan surah perlindungan kepada kita semua. Fadhilah surah al muawidzatain (Sūrah al-Falaq dan al-Nās disebut juga dengan Sūrah al-Mu'awwidzatain yang berarti dua sūrah yang melindungi. Ketika manusia sedang dalam kondisi sakit atau sedang dalam bahaya, tentu dirinya akan senantiasa berdoa kepada Allah SWT supaya dirinya tetap dilindungi oleh-Nya.) dari berbagai dalil Membentengi dari penyakit ain, yaitu penyakit yang timbul karena pandangan mata, Menghilangkan rasa sakit biladibacakan dan ditiupkan di bagian yang sakit, Membentengi dari gangguan dan hal yang tidak disukai ketika tidur, dengan ditiupkan pada tangan dan diusap keseluruh badan serta Melindungi diri dari sihir, dan perbuatan keji dari manusia dan jin.

Pada bagian ayat terakhir ada kata hasad yang dalam alih bahasa Indonesia artinya dengki. Orang yang dengki adalah orang yang tidak suka nikmat Allah berada pada orang lain.
Orang yang terjangkiti penyakit ini biasanya merasa tidak senang jika melihat nikmat Allah SWT berada pada seseorang baik berupa harta, jabatan, ilmu dan yang lainnya. Dengan hal itu dia akan menjadi orang yang dengki.

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Falaq Ayat 5

Dan aku berlindung pula dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki, yang selalu menginginkan hilangnya kenikmatan dari orang lain. '1. Wahai nabi Muhammad, katakanlah kepada umatmu, 'aku berlindung kepada tuhan yang menciptakan, memelihara, dan mengurus manusia.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan dari keburukan orang  hasad, pembenci manusia apabila ia iri kepada mereka atas sesuatu yang Allah berikan kepada mereka, ia ingin agar nikmat-nikmat itu hilang dari mereka dan ingin menimpakan gangguan kepada mereka.”

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Hasad artinya suka atau senang jika nikmat yang ada pada orang lain hilang darinya. Namun jika senang pada nikmat orang lain dalam arti, ia senang jika ia memperoleh pula nikmat itu dan tidak ada keinginan agar nikmat pada orang lain hilang, maka tidaklah tercela, hal ini dinamakan juga ‘ghibthah’.

Yakni menampakkan kedengkiannya dan melakukan konsekwensi dari dengki itu dengan melakukan segala sebab yang bisa dilakukan agar nikmat itu hilang darinya. Termasuk ke dalam yang hasad adalah orang yang menimpakan keburukan kepada orang lain melalui matanya (‘ain), karena hal itu tidaklah muncul kecuali dari orang yang dengki yang buruk tabiatnya dan buruk jiwanya. Demikian pula termasuk ke dalam ‘yang hasad’ adalah Iblis dan keturunannya yang sangat dengki kepada manusia.

Disebutkan ketiga macam kejahatan itu meskipun telah dicakup dalam firman Allah Ta’ala, “Dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,” adalah karena besarnya kejahatan ketiga macam itu (kejahatan malam ketika telah gelap, wanita-wanita tukang sihir dan orang yang dengki).

Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

حَاسِدٍ : Hasad ( dengki ) adalah berangan-angan hilangnya nikmat yang ada pada orang lain baik agar pindah kepada diri kita ataupun tidak . Allah menutup surat ini dengan hasad, sebagai peringatan akan bahayanya perkara ini. Hasad adalah memusuhi nikmat Allah. Rasulullah ﷺ bersabda tentang buruknya perkara ini : إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ ». أَوْ قَالَ « الْعُشْبَ » “Hati-hatilah kalian dari hasad, karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar atau semak belukar (rumput kering)“. (HR. Bukhari Muslim) .

Adapun rasa ingin mendapatkan kenikmatan atau keberuntungan yang didapatkan oleh orang lain disebut Ghibthah, tanpa diiringi hawa nafsu yang menginginkan kenikmatan atau keberuntungan itu hilang dari orang yang mendapatkannya. Orang yang Ghibthah juga tidak merasa benci manakala melihat orang lain mendapat nikmat atau keberuntungan.

Orang yang berbuat hasad hanyalah mencederai dirinya sendiri, karena hasad atau Kedengkian adalah bukti kurang iman. Dengki itu bukti tidak ridha pada perbuatan Allah terhadap hamba-Nya. Dengki itu sikap ingin mengatur Allah sesuai hawa nafsunya. Tentulah dengki itu sikap yang tak punya adab. Yaitu adab terhadap Allah, Tuhan semesta alam.



No comments:

Post a Comment