Ikhwan Saputera

Setiap Waktu adalah Belajar, Setiap Tempat adalah Sekolah, Setiap Orang adalah Guru

Friday, September 25, 2020

Tikus Desa dan Tikus Kota

Tikus Kota mengunjungi kerabatnya yang tinggal di desa. Menyambut kerabatnya datang dari kota Tikus Desa menyajikan makan siang, Tikus Desa menyajikan padi, singkong, dan biji kacang, dengan sedikit air dingin untuk diminum. Tikus Kota makan sangat sedikit, mengunyah sedikit ini dan itu sedikit, dan dengan sikapnya yang membuatnya sangat jelas bahwa Tikus Kota tersebut tidak begitu menyukai makan makanan sederhana hanya untuk bersikap sopan.

Setelah makan, teman-teman mengobrol lama, atau lebih tepatnya Tikus Kota berbicara tentang kehidupannya yang serba makan enak-enak di kota sementara Tikus Desa mendengarkan. Mereka kemudian pergi tidur di sarang yang nyaman di pagar tanaman dan tidur dengan lelap, tenang dan nyaman sampai pagi. Dalam tidurnya Tikus Desa bermimpi dia adalah Tikus Kota dengan semua kemewahan dan kesenangan kehidupan kota yang telah dijelaskan temannya untuknya. Jadi keesokan harinya ketika Tikus Kota meminta Tikus Desa untuk pulang bersamanya ke kota, dia dengan senang hati mengiyakan.

Ketika mereka mencapai rumah besar tempat tinggal Tikus Kota, mereka menemukan di atas meja di ruang makan sisa-sisa perjamuan yang sangat bagus. Ada daging manis dan jeli, kue kering, keju lezat, memang makanan paling menggoda yang bisa dibayangkan Tikus. Tapi saat Tikus Desa hendak menggigit sedikit kue, dia mendengar seekor Kucing mengeong dengan keras dan mencakar di pintu. Dengan sangat ketakutan, Tikus bergegas ke tempat persembunyian, di mana mereka berbaring diam untuk waktu yang lama, hampir tidak berani bernapas. Ketika akhirnya mereka memberanikan diri kembali ke pesta, tiba-tiba pintu terbuka dan masuklah para pelayan untuk membersihkan meja, diikuti oleh Anjing Rumah.

Tikus Desa  menyakatakan untuk berhenti tinggal di sarang Tikus Kota dan bergegas untuk segera untuk pergi.

Tikus Desa pun berucap "Anda mungkin memiliki kemewahan dan kemewahan yang tidak saya miliki," katanya sambil bergegas pergi, "tetapi saya lebih suka makanan sederhana dan hidup sederhana saya di (desa) negara dengan kedamaian dan keamanan yang menyertainya."



    "Kemiskinan dengan keamanan lebih baik daripada banyak di tengah ketakutan dan ketidakpastian".


No comments:

Post a Comment