Ikhwan Saputera

Setiap Waktu adalah Belajar, Setiap Tempat adalah Sekolah, Setiap Orang adalah Guru

Friday, April 05, 2019

DIKSI dan Komunikasi

Komunikasi di dalam kehidupan sehari-hari melibatkan berbagai ilmu seperti ilmu psikologi, ilmu sosial dan budaya, ilmu bahasa, ilmu biologi, dan masih banyak sederatan ilmu lainnya. Komunikasi dalam pembahasan kali melibatkan ilmu bahasa. Untuk menciptakan komunikasi yang efektif tentu memiliki cara. Salah satunya memadukan pemilihan kata yang baik dalam komunikasi. Diksi merupakan istilah yang digunakan dalam bahasa atau sastra untuk pemilihan kata.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaannya untuk menyampaikan gagasan dan dapat memberikan efek yang sesuai dengan tujuannya. Hal ini berhubungan dengan efektivitas komunikasi dan kebahasaan dalam tulisan. Diksi yang diubah dalam suatu kalimat dapat memberikan makna yang berbeda karena diksi berperan penting dalam mengungkapkan gagasan. Diksi yang digunakan dalam komunikasi tulis biasanya berupa karangan cerita, sedangkan diksi yang digunakan dalam komunikasi lisan biasanya berupa puisi, lirik lagu, pantun, dan lain sebagainya yang dapat diungkapkan dengan cara mengekspresikan perasaan.

Diksi adalah sebuah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan).

Diksi dalam pembuatan karya sastra memiliki beberapa fungsi sebagai berikut :
  • Membuat orang yang membaca atau pun mendengar karya sastra menjadi lebih paham mengenai apa yang ingin disampaikan oleh pengarang.
  • Membuat komunikasi menjadi lebih efektif.
  • Melambangkan ekspresi yang ada dalam gagasan secara verbal (tertulis atau pun terucap).
  • Membentuk ekspresi atau pun gagasan yang tepat sehingga dapat menyenangkan pendengar atau pun pembacanya.

Macam-macam diksi
1) Sinonim
Sinonim merupakan pilihan kata yang memiliki persamaan makna. Penggunaan kata sinonim biasanya dimaksudkan untuk membuat apa yang dikatakan / dituliskan menjadi lebih sesuai dengan ekspresi yang ingin diungkapkan. 
Contohnya: mampus (ekspresi pengungkapan yang kasar) dan wafat (ekspresi pengungkapan yang lebih halus).

2) Antonim
Antonim merupakan pilihan kata yang memiliki makna berlawanan atau pun berbeda. Contoh kata antonim adalah besar dan kecil.

3) Polisemi
Polisemi merupakan frasa kata yang memiliki banyak makna. 
Contohnya kata kepala yang dapat bermakna bagian tubuh yang terletak di atas leher, atau dapat juga bermakna bagian yang terletak di sebelah atas atau pun depan.

3) Homograf
Homograf merupakan kata – kata yang memiliki tulisan sama akan tetapi memiliki arti dan bunyi yang berbeda. 
Contohnya "apel" (buah) dan "apel" (seperti pada istilah apel pagi/upacara Hari senin

4) Homofon
Homofon merupakan kata – kata yang memiliki bunyi yang sama akan tetapi makna dan ejaannya berbeda. 
Contohnya "bang" dan "bank".

5) Homonim
Homonim merupakan kata – kata yang memiliki ejaan dan bunyi yang sama namun maknanya berbeda. 
Contohnya "bulan" (Bisa berarti bulan sebagai satelit atau bulan dalam kalender).

6) Hiponim
Hiponim merupakan kata yang maknanya telah tercakup di dalam kata lainnya. Contohnya kata salmon yang telah termasuk ke dalam makna kata ikan.

7) Hipernim
Hipernim merupakan kata yang telah mencakup makna kata lain. 
Contohnya ada pada kata sempurna yang telah mencakup kata baik, bagus, dan beberapa kata lainnya.

No comments:

Post a Comment