Mekkah, Jum at 15 Juli 2022/ 16 Zulhijah 1443H
Secara istilah haji adalah mungunjungi ka'bah untuk beribadah kepada Allah dengan rukun-rukun tertentu serta beberapa kewajibannya dan mengerjakannnya pada waktu tertentu. umroh secara istilah adalah mengunjungi ka'bah untuk melakukan tawaf,sa'i,dari shafa ke marwah,diakhiri dgn tahalul dan dilakukan dengan tertib.Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslim sedunia yang mampu (material, fisik, dan keilmuan) dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan Zulhijah).
Beberapa Pandangan Haji Akbar
Pertama, Pengertian Haji Akbar (Bahasa Indonesia: Haji Besar) sebagaimana yang terdapat di Al-Qur'an, surat At-taubah:3, memiliki banyak tafsir. Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa arti dari Haji Akbar adalah hari penyembelihan hewan qurban (tanggal [[10 Dzulhijjah ]], hari yang paling mulia, paling menonjol, dan yang paling banyak manusia berkumpul padanya di antara hari-hari pelaksanaan haji.
Kedua, sedangkan dalam Tafsir Al-Misbah disebutkan bahwa pengertian dari Haji Akbar adalah ibadah haji yang dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah, sedangkan umrah yang dilaksanakan sepanjang tahun dinamakan Haji Asgar.
Ketiga, Sedangkan menurut sebagaian besar masyarakat, Haji Akbar adalah ibadah haji yang wukufnya bertepatan dengan hari Jumat. Dasar hukum yang digunakan oleh masyarakat adalah hadis yang berbunyi : “Seutama-utama haji adalah hari Arafah dan apabila ia bertempatan dengan hari Jumat, maka (haji ketika itu) lebih utama daripada 70 haji yang wukufnya selain hari Jumat."
Keistimewaan Haji Akbar
Pelaksanaan haji yang jatuh pada hari Jumat pun memiliki keistimewaan. Pasalnya hari Jumat merupakan Sayyidul Ayyam atau rajanya hari.
Jumat adalah hari istimewa karena Allah SWT umat Nabi Muhammad SAW dengan hari Jumat yang tidak diberikan pada umat nabi terdahulu. Sementara itu keistimewaan hari Jumat bagi umat muslim yakni diampuni dosa-dosanya.
Haji Akbar Tahun 2022/ 1443H
Mengutip informasi kantor berita resmi Arab Saudi, Saudi Press Agency (SPA), Arab Saudi juga menetapkan 30 Juni 2022 sebagai awal bulan Zulhijah. Bulan Sabit menandai awal bulan Zulhijah 1443, telah terlihat di Tumair, Arab Saudi.
Sehingga, Arab Saudi telah menetapkan hari Arafah yakni wukuf sebagai rukun dan puncak haji 9 Zulhijjah 1443 jatuh pada Hari Jumat 8 Juli 2022.
Dr. Ali Shariati
Bagus menyenjadi renungan pernyataan dari Dr. Ali Shariati tentang haji dalam buku beliau Haji, dimana di dalam pengantarnya saya kutip untuk kita :
What has the experience of Hajj taught me? First one must ask - what does Hajj mean? In essence, Hajj is man's evolution toward Allah. It is a symbolic demonstration of the philosophy of Creation of Adam. To further illustrate this, it may be stated that the performance of Hajj is a simultaneous show of many things; it is a "show of creation", a "show of history", a "show of unity", a "show of the Islamic ideology" and a show of the Ummah.
Apa yang diajarkan pengalaman haji kepada saya? Pertama orang harus bertanya - apa artinya haji? Pada hakikatnya, haji adalah evolusi manusia menuju Allah. Ini adalah teater(peran) simbolis dari filosofi Penciptaan Adam. Untuk lebih menggambarkan hal ini, dapat dikatakan bahwa pelaksanaan haji merupakan pertunjukan simultan dari banyak hal; itu adalah "pertunjukan ciptaan", "pertunjukan sejarah", "pertunjukan persatuan", "pertunjukan ideologi Islam" dan pertunjukan umat.
The following conditions prevail in this "show". Allah (God) is the stage manager.
The theme portrayed is the actions of the people involved. Adam, Ibrahim, Hajar, and Satan are the main characters.
The scenes are Masjid-ul Haram, the Haram area, Masa, Arafat, Mashars and Mina. Important symbols are the Kaaba, Safa, Marwa, day, night, sunshine, sunset, idols and ritual of sacrifice. The clothing and make up are Ihram, Halgh and Taqseer.
Lastly, the player of the roles in this "show" is only one; and that is YOU!
Kondisi berikut berlaku dalam "pertunjukan" ini. Allah (Tuhan) adalah sutradara/manajer panggung.
Tema yang ditampilkan adalah (alur cerita tentang) tindakan orang-orang yang terlibat. Adam, Ibrahim, Hajar, dan Setan adalah pemeran/tokoh utama.
Lokasi adegan-adegan tersebut adalah Masjidil Haram, area Haram, Masa, Arafat, Mashars dan Mina. Simbol penting adalah Ka'bah, Safa, Marwa, siang, malam, sinar matahari, matahari terbenam, berhala dan ritual pengorbanan. Pakaian dan tata riasnya adalah Ihram, Halgh dan Taqsir.
Terakhir, pemain peran dalam "pertunjukan" ini hanya satu; dan itu adalah ANDA!
Regardless of whether you are a man or a woman, young or old, black or white, you are the main feature of the performance. The role of Adam, Ibrahim and Hajar in the confrontation between "Allah and Satan" is played by you. As a result, you, individually, are the hero of the "show".
Annually, Muslims from all over the world are encouraged to participate in this great "show" (Hajj). Everyone is considered equal. No discrimination on the basis of race, sex, or social status is made. In accordance to the teachings of Islam, ALL ARE ONE AND ONE IS ALL.
Terlepas dari apakah Anda seorang pria atau wanita, tua atau muda, hitam atau putih, Anda adalah pemeran utama dari pertunjukan. Peran Adam, Ibrahim dan Hajar dalam perlawanan/konfrontasi antara "Allah dan Setan" dimainkan oleh Anda. Akibatnya, Anda, secara individu, adalah pahlawan "pertunjukan".
Setiap tahun, umat Islam dari seluruh dunia didorong untuk berpartisipasi dalam "pertunjukan" (haji) besar ini. Setiap orang dianggap setara. Tidak ada diskriminasi atas dasar ras, jenis kelamin, atau status sosial. Sesuai dengan ajaran Islam, SEMUA ADALAH SATU DAN SATU ADALAH SEMUA.
Demikan tulisan ini disusun sebagai pengingat dan catatan semoga kita bisa mengambil pelajaran, hanya Allah yang mengetahui dan hanya Allah yang mengetahui kebenarannya, semoga kita mendapatkan petunjuk Nya

No comments:
Post a Comment