Ikhwan Saputera

Setiap Waktu adalah Belajar, Setiap Tempat adalah Sekolah, Setiap Orang adalah Guru

Saturday, July 16, 2022

Salat Tahajud / Salat ul-Layl

Mekkah, Sabtu 16 Juli 2022/ 17 Zulhijah 1443H


Bismillah Ar Rahman Ar Rahim. Allahumma salli 'ala Muhammad wa 'aali Muhammad. Sebagai Muslim yang taat, kita mencoba untuk senatiasi terhubung dengan Allah SWT, kapan pun kita bisa. Kita mencoba untuk mengambil kesempatan untuk membangun hubungan itu dengan Yang Mahakuasa, dan waktu terbaik untuk ini adalah ketika kita hanya berdua dengan-Nya, dan itu akan terjadi di tengah malam, ketika semua orang tertidur. Kita memiliki suasana lingkungan yang tenang dan tenang dan tenteram di mana kita dapat mengekspresikan cinta kita dan membangun hubungan "aku dengan Yang Mahakuasa"


Dan itulah mengapa sangat dianjurkan untuk mengerjakan Salat ul-Layl, atau dikenal sebagai Tahajjud. Begitu banyak hadits yang berbicara tentang betapa baik dan bermanfaat salat ini, yang mana akan memberi anda pengetahuan/intusi, itu akan memberi anda kebijaksanaan, itu akan menerangi wajah anda, bahkan meluaskan/melapangkan rezeki. 


Tidak sulit untuk Salat ul-Layl, tetapi satu-satunya hal yang anda perlukan adalah motivasi yang baik/kuat. Semakin dekat anda berdoa dengan Salat subuh, semakin dianjurkan. 

Jumlah rakaat sholat tahajud tidak dibatasi, tetapi paling sedikit dua rakaat. Yang paling utama adalah 11 rakaat dengan witir. Cara mengerjakannya yang baik adalah sholat tahajud 4 rakaat, dilakukan dengan setiap dua rakaat diakhiri satu salam atau sama seperti melakukan sholat tahajud 2 rakaat. 

Sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah SAW :

“ Sholat malam itu, dua-dua.” (HR Ahmad, Bukhari dan Muslim).

Namun, boleh juga mengerjakan sholat tahajud 4 rakaat dengan satu kali salam tanpa tasyahud awal.
 

Sholat tahajud dilaksanakan setelah tidur meski hanya sebentar. Hal ini sesuai makna tahajud yang berarti sholat yang dikerjakan sesudah tidur. Apabila diinterpretasikan menurut waktu Indonesia, sepertiga malam sekitar pukul 02.00 wib atau pukul 03.00 wib sampai sebelum fajar atau masuk waktu Subuh. Dalam banyak hadits dari Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa Nabi SAW melakukan sholat tahajud sesu­dah tidur.

Allah SWT berfirman dalam Al Quran, Surat Al Isra Ayat 79:

 وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا 

Artinya: Dan pada sebagian malam hari, salat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (QS. Al Isra Ayat 79).

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Isra Ayat 79

Dan pada sebagian malam, yaitu pada sepertiga malam yang terakhir, bangunlah dan lakukanlah salat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu wahai nabi Muhammad, mudah-Mudahan tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji di mana engkau memberikan syafaat agung kelak di hari kiamat. Dan katakanlah, wahai nabi Muhammad, ya tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan dengan cara yang benar, baik dalam urusan dunia maupun akhirat, dan keluarkan pula aku ke tempat keluar yang benar dan dengan cara yang benar pula, baik dalam urusan dunia maupun akhirat, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolongku menghadapi orang yang memusuhiku. Ayat ini berkaitan dengan hijrah nabi dari mekah ke madinah. Di dalamnya terkandung perintah agar nabi memohon kepada Allah agar memasuki madinah dengan cara yang benar, dan keluar dari mekah dengan cara yang benar pula. Ada juga yang menafsirkan agar kita memasuki kubur dengan baik dan keluar darinya pada hari berbangkit dengan baik pula.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

79. Dan Firman Allah, “Dan pada sebagian malam hari maka shalat tahajudlah kamu,” maksudnya shalatlah pada sisa waktu malam “sebagai suatu ibadah tambahan bagimu,” maksudnya agar shalat malam menjadi tambahan bagi tingginya kedudukan dan derajatmu. Berbeda dengan orang selainmu, maka shalat malam itu sebagai penghapus atas kesalahan-kesalahannya.
Pengertian ayat ini juga bisa mengandung makna bahwasanya shalat lima waktu itu merupakan kewajiban atasmu dan kamu Mukminin. Berbeda dengan shalat malam, maka itu adalah kewajiban yang dikhususkan untukmu. Hal ini karena kemuliaanmu di sisi Allah, sehingga Dia menjadikan tugasmu lebih banyak daripada orang lain, supaya pahalamu menjadi banyak, yang dengan itu kamu bisa mencapai al-Maqam al-Mahmud (kedudukan terpuji di sisi Rabbmu). Ia merupakan kedudukan yang dipuji-puji oleh orang-orang yang terdahulu dan yang akan datang, yaitu kedudukan bisa memberi syafaat tertinggi, tatkala seluruh makhluk meminta syafaat kepada Nabi Adam, kemudian Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa, mereka semua mengemukakan udzur darinya. Hingga mereka meminta syafaat dari pemimpin anak keturunan Adam, supaya Allah mengasihi mereka dari kegelisahan dan kesusahan pada waktu itu. Beliau pun meminta syafaat kepada Rabbnya. Kemudian Allah pun mengizinkan beliau untuk memberikan syafaat, menempatkan beliau di tempat yang mana orang-orang terdahulu hingga orang-orang yang datang belakangan merasa iri untuk mendapatkannya. Sehingga hal itu menjadi karunia Nabi Muhammad bagi seluruh makhluk.

Sholat tahajud merupakan sholat sunnah paling utama setelah sholat fardhu berdasarkan ahdits Nabi SAW. Bagi yang rutin menjalankan sholat tahajud dengan mengharap ridho Allah SWT, akan mendapat kemuliaan. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai sholat yang paling utama sesudah shalat fardu. Nabi SAW kemudian menjawab melalui sabdanya: 

"صَلَاةُ اللَّيْلِ". 

Artinya : Shalat sunat malam hari. 

 

Doa Sholat Tahajud 

Selesai melaksanakan sholat tahajud dilanjutkan dengan membaca dzikir setelah sholat. Astaghfirullah 'adhiim sebanyak tiga kali. Bacaan doa sholat tahajud:

 اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَالِكُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ اَللّٰهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ 

 

“Ya Allah, bagi Mu segala puji, Engkau penegak langit, bumi, dan apa yang ada padanya. Bagi-Mu lah segala puji, kepunyaan Engkaulah kerajaan langit, bumi, dan apa yang ada padanya. Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Pemberi cahaya langit dan bumi dan apa saja yang ada di dalamnya. Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Penguasa langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Yang Maha Benar, janji-Mu itu benar, bertemu dengan-Mu adalah benar, firman-Mu adalah benar, surga itu benar, neraka itu benar, para nabi itu benar, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam itu benar, kiamat itu benar. Ya Allah, hanya kepada-Mulah saya berserah diri, kepada-Mulah saya beriman, kepada-Mu saya bertawakal. Kepada-Mu saya kembali, kepada-Mu saya mengadu, dan kepada-Mu saya berhukum. Maka, ampunilah dosaku yang telah lampau dan yang kemudian, yang saya sembunyikan dan yang terang-terangan, dan yang lebih Engkau ketahui daripada saya. Engkaulah yang mendahulukan dan Engkaulah yang mengemudiankan, tidak ada tuhan melainkan Engkau”.

 





No comments:

Post a Comment