Ikhwan Saputera

Setiap Waktu adalah Belajar, Setiap Tempat adalah Sekolah, Setiap Orang adalah Guru

Showing posts with label Server. Show all posts
Showing posts with label Server. Show all posts

Wednesday, July 24, 2024

Update Virtualbox 6 ke 7 di Ubuntu

Sebelumnya saya mengalami error seperti ini, padahal tadi malam saya gunakan baiknya saja, setelah membaca di sana sini dan searching saya menemukann bahwa hal ini karena versi ubuntu saya sudah ketinggalan versinya yakni versi 6. Dan Saya baru ingat sebelum tidur saya melakukan update ubuntu saya dengan perintah 

sudo apt-get update

Dan paginya ketika mau buka virtualbox terlihat gambar seperi diatas, baik ini tahapan updatenya


Tahap awal instal repositori VirtualBox di sistem Ubuntu atau Debian Anda jika belum ada;

echo "deb [arch=amd64] http://download.virtualbox.org/virtualbox/debian $(lsb_release -sc) contrib" | \
sudo tee /etc/apt/sources.list.d/virtualbox.list

Install VirtualBox repository signing key;

sudo apt install gnupg2

wget -qO- https://www.virtualbox.org/download/oracle_vbox_2016.asc | \
sudo gpg --dearmor --yes -o /etc/apt/trusted.gpg.d/virtualbox.gpg

Run system package cache update;

sudo apt update

Instal VirtualBox 7.x (VirtualBox 7.0 saat tulisan ini dibuat tersedia) menggunakan package manager.

sudo apt install virtualbox-7.0

Install VirtualBox Extension Pack for VirtualBox 7

Download VirtualBox 7.x extension pack and install;

wget -P /tmp https://download.virtualbox.org/virtualbox/7.0.2/Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-7.0.2.vbox-extpack

sudo vboxmanage extpack install --replace /tmp/Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-7.0.2.vbox-extpack

Launch VirtualBox 7.x on Ubuntu/Debian

Anda sekarang dapat menjalankan VirtualBox 7.x;

Contoh keluaran;

7.0.20r163906

Demikian pula, menjalankan manajer VirtualBox dan navigasikan ke  Help > About VirtualBox  untuk memeriksa versinya.

 Dan begitulah mudahnya mengupgrade VirtualBox 6.x ke VirtualBox 7.x di Ubuntu.


Sunday, February 11, 2024

Install Driver Wifi Linux Mint 21.3 di Axioo My Book 14 E


Setelah lama tidak mengulik Linux, tadi malam saya kembali merambah dunia Linux dengan mencoba Linux Mint. Saya memutuskan untuk mengunduh versi terbaru, yaitu Linux Mint 21.3, dan baru sempat menginstalnya pagi ini setelah proses pengunduhan semalam. Namun, setelah instalasi selesai, saya mengalami kendala yang cukup mengganggu. Saat mencoba mengaktifkan koneksi wifi, perangkat tidak mendeteksinya sama sekali. Kondisi ini menjadi masalah serius karena saya tidak memiliki akses internet melalui kabel, sehingga tidak bisa langsung melakukan pembaruan sistem menggunakan perintah "sudo apt-get" atau "update".

Hal ini sebernanya saya buat untuk pengingat dan sebagai catatan saya dan jika ingin teman-teman ingin mencoba silahkan mengikuti langkah-langkahnya.

Berikut langkah-langkah install nya 

  1. Dengan menggunakan laptop/komputer lain Donwload file Realtek 8723DU Wireless dan letakakan file tersebut sementera di Flasdisk kemudian pindahakan ke Folder Download pada laptop Linux mint yang baru kita install
  2. Ektrak file tersebut dengan perintah unzip namafile
  3.  Lanjut dengan perintah 

        cd rtl8723du

        make

        sudo make install

Dan terakhir restart laptop nya, semoga berhasil

Monday, November 14, 2022

Perbaiki Dual Boot Windows dan Ubuntu


Cara untuk meperbaiki dual boot yang tidak bekerja di Windows 10 UEFI. Yang mana pada saat startup tampilan pilihan os antara Ubuntu dan Windows menghilang, berikut adalah cara memperbaiknya baik ketika berada di OS Windows atau Ubuntu :


Ketikakan perintah berikut di Command promt windows dengan menjalakan As Administrator  dengan konfigurasi sebagi berikut. 


    1. Setup Ubuntu GRUB EFI to boot at boot manager:


       bcdedit /set {bootmgr} path \EFI\ubuntu\grubx64.efi 


    2. Setup Kali Linux GRUB EFI to boot at boot manager: 


  bcdedit /set {bootmgr} path \EFI\kali\grubx64.efi

Jika kita berada di OS Ubuntu dengan multi Hard Drive untuk memperbaiki dengan perintah sebagi berikut :



    1. Untuk memecahkan masalah Grub (harus melewati terminal)
          sudo grub-install /dev/sda
          sudo update-grub2
          reboot


    2. Command to install rEFInd: (harus melewati terminal) 


          sudo add-apt-repository ppa:rodsmith/refind && sudo apt update && sudo apt         install refind && sudo refind-mkdefault

Auto Mount Drive di Ubuntu Server 22.04 Saat Startup

Saat kita menyambungkan usb atau hardisk ekternal tidak secara default akan di baca oleh Linux OS (or Ubuntu Server) saat startup. Kita dapat menempelkan atau  mount mua dengan sangant mudah dengan menggunakan perintah mount dengan cara kita tidak perlu setiap kali start up me mount nya di terminal tetapi secara automatis ter enable saat startup. Jadi kita tidak perlu me mount drive lagi setelahr restart atau login ke Linux OS. Ini adalah tahapan auto mount drive saat startup.

 

1. Membuat Mount Point

Pertama kita perlu membuat suatu directori untuk tempat memempelkan/ titik tempel dari drive kita.

   sudo mkdir /media/USB1

 

2. Mendakat Drive UUID dan Type

Sekarang, kita memerlukan UUID dan tipe file system. Informasi ini kita butuhkan untuk melangkah ke tahap berikutnya, jadi kita  cari UUID drive dengan mengetikan perintah - 

 lsblk -o NAME,FSTYPE,UUID,MOUNTPOINTS

 atau

 lsblk -o NAME,FSTYPE,UUID

Tahap ini akan menghasilkan sesuatu kurang lebih seperti ini, yang mana kita butuhkan. Disini kita dapat mengetahui, sd2 is type exfat dan mount point. Jadi, kita memerlukan mount sda2 ini  /media/USB1. Yang mana UUID untuk ini adalah 632D-7154 and File System Type is exfat. Jadi, Copy UUID dan File System Type dari disk.

NAME   FSTYPE   UUID                                 MOUNTPOINTS
sda                                                  
├─sda1 vfat     67E3-17ED                            
└─sda2 exfat    632D-7155
sdb                                                  
├─sdb1 vfat     D7E2-9D99                            /boot/firmware
└─sdb2 ext4     b09bb4c8-de4d-4ce6-a93f-30c4c9241a60 /

3. Edit fstab

Untuk meng edit the fstab file jalalkan perintah berikut (catatan saya menggunakan nano disini namun terserah kebiasana anda menggunakan editor yang di sukai)

  sudo nano /etc/fstab

Anda akan melihat sesuatu seperti ini lebih kurangnya -

LABEL=writable  /       ext4    discard,errors=remount-ro       0 1
LABEL=system-boot       /boot/firmware  vfat    defaults        0       1

Disini kita hanya menambahkan baris perintah untuk drive kita, dengan format lebih kurang seperti berikut -

<file system> <mount point>   <type>  <options>       <dump>  <pass>
UUID=<UUID> <PATH_TO_MOUNT> <DRIVE_TYPE>  defaults        0       0
Jadi, ini adalah tambahan barinya untuk drive kita 
# USB1
UUID=632D-7155 /media/USB1   exfat    defaults        0       0

4. Test fstab

Sekarang kita perlu mencoba fstab sebelum reboot karena jikainvalid fstab tidak dapat terbaca disk. Jadi, akan lebih baik dengan menjalakan tes terlebih dahulu, dengan mengikuti perintah berikut untuk mengetahu ada peringatan atau masih adar error. Jangan reboot Ubuntu Server / Linux OS jika masih terdapat errors atau warnings.

  sudo findmnt --verify

5. Restart Ubuntu Server / Linux OS

Jika tahap di atas tidak terdapat error maka anda dapat melangkah ke tahap selanjutnya dengan me restart Ubuntu Server / Linux OS dengan perintah berikut -

 sudo reboot

6. Test Mount Point

Jalankan perintah seperti tahap 2 untuk mengecek drive kita apakah drive sudah ter mount.

 lsblk -o NAME,FSTYPE,UUID,MOUNTPOINTS

 atau

 lsblk -o NAME,FSTYPE,UUID

Hasilnya lebih kurang seperti ini

NAME   FSTYPE   UUID                                 MOUNTPOINTS
sda                                                  
├─sda1 vfat     67E3-17ED                            
└─sda2 exfat    632D-7155                            /media/USB1
sdb                                                  
├─sdb1 vfat     D7E2-9D99                            /boot/firmware
└─sdb2 ext4     b09bb4c8-de4d-4ce6-a93f-30c4c9241a60 / 
Here you can see, sda2 is now mounted to /media/USB1. 

Disini Anda dapat melihat, sda2 sudah termount di

/media/USB1

Saturday, February 12, 2022

APLIKASI PERSURATAN ( E-Persuratan versi 2.6 )


E-Persuratan hadir untuk membantu kebutuhan persuratan di kantor anda, mulai dari proses pencatatan surat masuk, surat keluar, pendistribusian surat (disposisi), hingga proses pencarian yang sangat mudah.


Dengan fitur yang telah disesuiakan dengan kebutuhan instansi maupun kantor swasta akan sangat membantu manajemen dan pengelolaan surat-surat yang sebelumnya dikelola secara manual menjadi secara digital.


Perpaduan logo surat digital dan cloud storage bermakna aplikasi E-Persuratan ini digunakan untuk membantu persuratan digital dan tanpa instalasi, dengan menggunakan penyimpanan terpusat dan untuk mengaksesnya dibutuhkan koneksi internet ataupun hanya secara Local Area Networtk (LAN).


Aplikasi E-Persuratan ini selain bekerja di lingkup kerja internet tentunya harus ada koneksi internet, juga bisa dilingkup intranet, tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan ditempat anda.


Berikut ini fitur utama aplikasi E-Persuratan.


  1. Manajemen Surat Masuk

  2. Manajemen Surat Keluar

  3. Disposisi Surat

  4. Notifikasi Surat masuk dan Disposisi surat

  5. Manajemen User

  6. Report (Laporan surat masuk, surat keluar, disposisi surat dan arsip berkas / dokumen)

  7. Manajemen Arsip Berkas (untuk mengelola arsip berkas selain surat)

  8. Tracking surat (untuk melihat status / progres surat)


MENGAPA E-Persuratan ?

  1. Persuratan menjadi

  2. Lebih Efektif & Efisien

  3. Pencarian Lebih Mudah

Pergunakan semua kolom pencarian dan surat anda akan lebih spesifik ditemukan, karena E-Persuratan memiliki lebih dari satu kolom kata kunci pencarian

  1. Pelaporan Tepat dan Akurat

Kemudahan melaporkan persuratan untuk pimpinan, dengan SIPAS kami menyajikan pelaporan data secara grafik dan tabel

  1. Distribusi Lebih Cepat

Pendistribusian surat atau Disposisi langsung dilakukan melalui aplikasi tanpa perlu pengantar maupun buku agenda Disposisi

  1. Data Terpusat dan Paperless

Semua dokumen dan data persuratan anda sudah tersimpan aman dan terpusat di aplikasi